Jumat, 01 Oktober 2010

Evolet - Berlari

[*]
Berlari
Aku terus mencari dimana
Hanya kamu selalu kamu
Buat ku bahagia

Back to [*]

[**]
Tiada seorangpun didunia ini
Yang dapat merubah
Cinta ku 'tuk selamanya

Back to [**]

[***]
Berlari
Aku tetap mencari dimana
Hanya kamu selalu kamu
Buat ku bahagia

Back to [***]

Selalu dirimu
Yang membuat ku bahagia
Selalu dirimu

Back to [**] 3x

4 komentar:

  1. Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata

    Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada

    Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati

    Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi


    Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat

    Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

    Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya

    Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu


    Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya

    Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

    BalasHapus
  2. Ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan?
    Berlari-lari ‘tuk wujudkan kenyataan
    Lewati, segala keterasingan
    Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan

    Ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian
    Digerayangi dan digeliati kesepian
    Walaupun, sejenak nafas dari beban
    ‘Tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam

    [Reff]
    Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
    Memaksa kita, memendam kepedihan

    Tapi kita juga pernah duduk bermahkota
    Pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata
    Dicumbui, harumnya putik-putik bunga
    Putik Impian yang membawa kita lupa

    [Reff] ~
    Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
    Memaksa kita, merubah jadi tawa

    BalasHapus
  3. Lihatlah mereka di sana
    Kais-kais awan kuras airmata
    Burungpun tersenyum, bocah diam saja
    Lewati hari dengan kecewa

    Hilang indahnya
    Mimpi cerita
    Lalui rumput kering kaku
    Daun duri berbisik iringi langkahmu
    Langitpun tak biru hitam dan membisu
    Bocah diam saja tertunduk malu

    Tatapi luka
    Isi dunia
    Apa yang ‘kan terungkap?
    Tuhan t’lah diganti uang dan penguasa
    Gila rakus serakah lahap Kurnia-Nya
    Cinta jadi sampah kasih makin murah
    Maki injak sesama t'lah terbiasa
    Ludahi muka
    Telah terbiasa

    Terangilah semua
    Dunia yang dulu ada

    Terangilah semua
    Dunia yang dulu ada

    Apa yang ‘kan terungkap?

    Tanyai pelangi adakah di sana
    Dunia penuh cerita, tawa dan canda
    Bocah pun meminta pintu kan terbuka
    Bagi yang telah lupa, karna tingkahnya
    Karna ulahnya

    Terangilah semua
    Dunia yang dulu ada

    Terangilah semua
    Dunia yang dulu ada

    BalasHapus